SAEMAUL UNDONG MOVEMENT

Saemaul Undong Movement adalah sebuah gerakan pem-bangunan desa menuju kehidupan baru yang lebih baik. Se-cara etimologis pengertiannya sebagai berikut: “Sae” artinya Baru, “Maul” artinya Desa, dan “Undong” artinya Pemba-ngunan. Setelah perang Korea, keadaan Korea Selatan sangat memprihatinkan. Pada tahun 1960 pendapatan perkapitanya US$79. Setelah Saemaul Undong Movement bergulir pada tahun 1970, Korea Selatan mengalami pertumbuhan ekono-mi yang luar biasa. Tingkat pendapatan masyarakat pada kawasan pedesaan dan perkotaan relatif merata dan se-imbang. Masyarakat desa sangat menikmati keseharian me-reka dengan basis pada sektor pertanian mereka mendapat-kan pendapatan yang tidak jauh berbeda dengan sektor lain-nya di perkotaan. Korea Selatan kini berdiri sejajar dengan Amerika, Jepang dan negara-negara maju lainnya di belahan benua eropa.

Saemaul Undong Movement dikembangkan dengan tiga prin-sip dasar. Pertama “Diligence”, sebuah prinsip yang menge-depankan pada kesungguhan, kerajinan dan keuletan masya-rakat desa untuk bekerja keras tanpa mengenal lelah. Kedua “Self-Help”, sebuah prinsip untuk belajar mandiri dalam meng-hadapi berbagai dinamika kehidupan di desa, serta bagaimana masyarakat desa dilatih untuk dapat menolong dirinya sendiri dan komunitasnya dengan bertumpu pada kemampuan dan potensi sendiri. Ketiga “Cooperation”, yaitu sebuah prinsip dasar agar dalam berbagai aktivitas kehidupan sehari-hari, masyarakat desa dibiasakan untuk bekerjasama dan bahu membahu menyelesaikan berbagai persoalan.

Saemaul Undong Movement diimplementasikan pada tiga kegiatan praktis di lapangan. Pertama “Environment Impro-vement”, yaitu kegiatan perbaikan lingkungan yang meliputi sarana dan prasarana dasar di pedesaan, baik jalan, jembatan, irigasi, drainase maupun sarana air bersih dan sanitasi lainnya. Kegiatan ini dilaksanakan antara lain dengan memberikan bantuan stimulan berupa semen serta perlengkapan lainnya.

Korea Selatan telah membuktikan mampu menjaga keles-tarian lingkungan, menangani limbah, bahkan memulihkan lingkungan yang rusak akibat polusi. Sungai Han yang mem-belah Kota Seoul semula kotor seperti Sungai Ciliwung, Jakarta.

Namun, kini airnya jernih dan menjadi pemandangan yang menarik. Untuk menjaga kebersihan, penduduk dilarang ber-aktivitas di sungai itu. Seperti kegiatan memancing juga tidak boleh. Namun, kalau melintas dengan perahu diperbolehkan.

Kedua “Increasing Income”, yaitu kegiatan yang difokuskan pada peningkatan pendapatan masyarakat pedesaan, antara

RUMAH ADAT

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*